Tiga remaja di Kendal hanyut saat arung jeram menggunakan ban di Sungai Kali Piring pada Sabtu sore dua korban berhasil diselamatkan dalam kondisi lelah.
Korban masih hilang dan pencarian SAR terus berlangsung. Arus deras akibat hujan deras di hulu menjadi faktor utama. Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai dan memastikan pengawasan serta alat pelindung diri tersedia. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita dan Perspektif Isu Sosial.
Tiga Warga Kendal Hanyut Saat Arung Jeram Pakai Ban
Tiga warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dilaporkan hanyut saat melakukan arung jeram menggunakan ban di Sungai Kali Piring pada Sabtu (7/2/2026) sore. Aktivitas yang awalnya dimaksudkan sebagai hiburan itu berubah menjadi insiden menegangkan ketika arus sungai tiba-tiba deras akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu.
Ketiga korban diketahui merupakan warga desa setempat, berinisial RM (18), SA (20), dan AH (19). Mereka berenam berencana menikmati waktu bersama di sungai menggunakan ban karet sebagai sarana arung jeram sederhana. Namun, arus yang deras membuat tiga di antara mereka terbawa arus dan terseret jauh dari lokasi awal.
Warga yang berada di sekitar sungai segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas SAR setempat. Kejadian ini mengejutkan warga, karena sebelumnya sungai tersebut dianggap relatif aman untuk kegiatan rekreasi pada musim kemarau.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi Korban
Petugas SAR Kabupaten Kendal bersama aparat kepolisian dan warga sekitar langsung menurunkan tim untuk mencari korban. Dua dari tiga warga yang hanyut berhasil diselamatkan setelah berjuang melawan arus deras dan terbawa beberapa kilometer dari lokasi awal. Korban selamat, RM dan SA, mengalami kelelahan dan luka ringan akibat benturan dengan batu di sungai.
Namun, satu korban, AH, masih dilaporkan hilang hingga berita ini diturunkan. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, tali pengaman, dan alat komunikasi radio untuk mengoordinasikan tim SAR di sepanjang aliran sungai. Tim juga menelusuri lokasi di hulu dan hilir sungai, dengan mempertimbangkan arus yang deras dan medan yang berbatu.
Kepala Basarnas Kendal, M. Hadi, mengatakan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. “Kami sudah menurunkan tim rescue lengkap dengan peralatan standar SAR. Prioritas kami adalah menemukan korban dengan selamat dan memastikan keamanan tim penyelamat,” ujarnya.
Baca Juga: Industri hijau Banyumas tumbuh dari pengelolaan sampah
Kondisi Sungai dan Faktor Penyebab Hanyut
Sungai Kali Piring dikenal memiliki arus yang cepat terutama saat hujan turun di hulu. Menurut warga setempat, kondisi sungai pada saat kejadian memang lebih deras dari biasanya. Selain itu, penggunaan ban karet tanpa pelampung keselamatan atau pengawasan profesional membuat risiko hanyut meningkat signifikan.
Ahli keselamatan air dari BPBD Kendal menekankan pentingnya mengenakan alat pelindung diri seperti pelampung dan helm saat melakukan arung jeram, meski hanya menggunakan ban. Faktor alam seperti hujan deras, batu besar, dan arus yang berputar dapat membuat seseorang terseret dan sulit berenang melawan arus.
Insiden ini menjadi pengingat bagi warga yang sering memanfaatkan sungai untuk rekreasi. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, serta selalu mendampingi anak muda dan remaja yang ingin melakukan kegiatan di air, terutama di sungai dengan arus deras.
Harapan dan Upaya Pencegahan
Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk menunda kegiatan rekreasi air saat hujan atau ketika sungai sedang deras. Koordinasi antara warga, aparat desa, dan tim SAR dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali. “Keselamatan harus menjadi prioritas, apalagi bagi anak muda yang suka bermain di sungai,” ujar Camat Kendal, Siti Aminah.
Selain itu, rencana pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan hanyut sedang dipertimbangkan oleh pemerintah desa dan BPBD. Tujuannya agar warga bisa mengenali lokasi berbahaya dan menghindari arus deras atau jeram yang tidak aman.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita dan Perspektif Isu Sosial.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari news.detik.com
- Gambar Utama dari kendal.suaramerdeka.com